Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu, Sindiran Gus Umar: SBY yang Bangun, Jokowi yang Jual

- 25 November 2021, 06:35 WIB
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar. /Twitter @umar_hasibuan

PR DEPOK – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menetapkan GMR Airport Consortium yang berbasis di New Delhi, India, menjadi mitra strategis pengembangan dan pengoperasian Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

GMR Airport Consortium memiliki saham Bandara Kualanamu sebanyak 49 persen, dan AP II menguasai mayoritas saham Bandara Internasional Kualanamu sebesar 51 persen di PT Angkasa Pura Aviasi.

Pengelolaan dan pengembangan Bandara Kualanamu dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar 6 miliar dolar AS termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Baca Juga: The Daddies Tersingkir dari Indonesia Open 2021 usai Kalah dari Jepang: Kami Harus Fokus ke Kejuaraan Dunia

Melalui kemitraan strategis itu, AP II dan GMR Airport Consortium tergabung dalam "joint venture company (JVCo)", yakni PT Angkasa Pura Aviasi menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu.

"Ke depan pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu ini akan diserahkan kepada PT Angkasa Pura Aviasi," kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Antara.

Kabar GMR Airports Consortium menjadi pemenang tender kemitraan strategis pengelolaan dan pengembangan Bandara Kualanamu tersebut kemudian dikomentari oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau akrab disapa Gus Umar.

Baca Juga: Cara Daftar BPUP Kemenparekraf untuk Dapat Bantuan Usaha Pariwisata Senilai Rp1,8 Juta

Lantas Gus Umar menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu.

Halaman:

Editor: Sitiana Nurhasanah

Sumber: ANTARA, Twitter @UmarHasibuan75


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X