Industri Kesehatan Jadi Prioritas Investasi di Masa Pandemi, Luhut Binsar: Indonesia Perlu Mengurangi Impor

- 5 Desember 2021, 09:49 WIB
Luhut Binsar menilai industri kesehatan jadi prioritas investasi di masa pandemi, sehingga Indonesia perlu mengurangi impor.
Luhut Binsar menilai industri kesehatan jadi prioritas investasi di masa pandemi, sehingga Indonesia perlu mengurangi impor. /Maritim/

PR DEPOK – Keadaan pandemi membuat Indonesia harus berjuang meningkatkan kembali ekonomi yang sempat menurun, karena penyebaran Covid-19 yang sempat tinggi grafiknya.

Maka dari dampak itulah, menurut Luhut Binsar selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, bahwa industri kesehatan kini menjadi salah satu sektor prioritas investasi di masa pandemi saat ini.

“Belajar dari pengalaman penanganan pandemi Covid-19, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada impor sehingga Industri kesehatan adalah salah satu area prioritas untuk investasi,” kata Luhut Binsar, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari Antara News pada 4 Desember 2021.

Baca Juga: Disebut Mirip Lucinta Luna Setelah Ubah Penampilan, Ini Tanggapan Cita Citata

Luhut Binsar juga menyebutkan bahwa tren global akan mempercepat pertumbuhan industri pada bidang kesehatan.

Hal ini juga terpengaruh karena banyaknya permintaan konsumen yang berubah mengenai program pengobatan manual hingga inovasi digital medis, hingga biaya medis yang berubah semenjak pandemi datang ke Indonesia.

“Industri kesehatan di Indonesia memiliki potensi besar yakni naiknya pendapatan rumah tangga kelas menengah, dan kampanye perawatan kesehatan universal,” ujar Luhut Binsar lagi.

Baca Juga: Debut Melatih di Old Trafford, Ralf Rangnick Tidak Bisa Memainkan Cristiano Ronaldo

Sebagai salah satu upaya, Pemerintah pun tak tinggal diam. Mereka membuka peluang untuk investasi di bidang kesehatan karena tak ingin terus menerus untuk bergantung pada produk impor.

Menurut Menteri Koordinator bidang kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar, bahwa dengan langkah dan dukungan dalam mengembangkan investasi kesehatan, akan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia kepada ekspor bahan mentah.

Luhut Binsar juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan perdagangan alat kesehatan Indonesia masih dalam tahap yang terus meningkat dibandingkan kondisi keuangan perdagangan yang naik lebih tinggi dari tahun-tahun lalu.

Baca Juga: LINK LIVE Streaming Final BWF World Tour Finals 2021: The Minions Kembali Bertemu Takuro Hoki/Yugo Kobayashi

Peningkatan kondisi keuangan perdagangan ini, diakibatkan oleh peningkatan impor alat-alat kesehatan mulai tahun 2015 lalu.

Sementara untuk grafik ekspor sangatta terbatas, jika diperkirakan totalnya hanya sekitar 3-5 persen dalam tiga tahun terakhir.

“Indonesia mengandalkan produk impor sebagian besar untuk alat kesehatan kompleks, sedangkan produk ekspor sangat terbatas. Kita punya segalanya di negara ini. Tapi, hampir seluruh impor alat kesehatan Indonesia terus meningkat, dengan urutan dari tertinggi adalah Electrodiagnosis Devices (70 juta dolar AS), Ultrasonic Scanning Devices (70 juta dolar AS), dan Needles, catheters, cannulae and more (43 juta dolar AS),” katanya lagi.***

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah