Usai Sampaikan Kabar Warga Depok Terinfeksi, Menkes: Pemerintah Tidak Pernah Sembunyikan Kasus Virus Corona

- 2 Maret 2020, 14:14 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto angkat bicara soal belum adanya virus corona di Indonesia.*
Menkes Terawan Agus Putranto angkat bicara soal belum adanya virus corona di Indonesia.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Menanggapi adanya spekulasi dari pihak luar terkait penanganan pemerintah Indonesia terhadap virus corona, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat suara.

Diberitakan sebelumnya oleh Pikiranrakyat.Depok.com, belum lama ini Perdana Menteri Australia Scott Morrison meragukan pernyataan Indonesia bahwa tidak ada kasus virus corona di Indoensia.

Sampai-sampai, pemerintah Australia melalui situs resmi rumah sakit di Austalia St Vincent’s Private Hospital Sydney menyebarkan imbauan kepada seluruh masyarakat yang pernah berkunjung dalam 14 hari terakhir ke Indonesia dan merasa tidak sehat untuk segera menghubungi rumah sakit terdekat.

Selain itu, rumah sakit St Vincent’s Private Hospital Sydney juga memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang wajib diwaspadai terkait penyebaran virus corona dan tidak boleh masyarakat kunjungi.

Baca Juga: Harga Bawang Putih Berangsur Turun, Kini Giliran Bawang Bombay Capai Rp 70 Ribu Per Kg di Bandung

Kemudian Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia serius berusaha mencegah penularan virus corona dan tidak pernah menyembunyikan temuan kasus infeksi virus penyebab COVID-19 tersebut.

"Tidak ada istilah yang selama ini ngomong negara lain bahwa kita menyembunyikan, enggak ada," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 2 Maret 2020 seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan temuan kasus infeksi virus corona pertama di Indonesia dan itu menunjukkan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menangani penularan virus yang menyebabkan wabah di sebagian wilayah China tersebut.

"Ini serius yang kita periksa ini benar, kalau negatif ya negatif, kalau positif ya positif. Kalau positif kita katakan positif, kalau negatif kita katakan negatif," katanya.

Baca Juga: 2 Warga Depok Positif Terinfeksi, dr. Gia Pratama: Harus Siap Head to Head dengan Virus Corona 

Ia menjelaskan pula bahwa kasus infeksi virus corona pertama di Indonesia dideteksi berdasarkan penelusuran terhadap warga Jepang yang tinggal di Malaysia dan melakukan perjalanan ke Indonesia lalu kembali ke Malaysia.

"Diperiksa karena sakit, setelah beberapa hari sakit, maka dicek begitu datang di sana ke monitor dan sebagainya maka dikatakan sakit dengan COVID-19 positif," katanya.

"Dan kita sudah terus melakukan tracking (pelacakan), siapa saja yang kontak, closed contact (kontak dekat) dengan pasien ini. Begitu kita dapatkan closed contact, kita tindak lanjuti," ia menambahkan.

Warga Indonesia yang dinyatakan positif terserang COVID-19, menurut dia, sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Baca Juga: 2 Warga Depok Positif Virus Corona, Ridwan Kamil: Saling Mendoakan agar Dijauhkan dari Marabahaya 

"Jadi dia ada di ruang khusus isolasi, khusus yang tidak terkontak dengan yang lain," katanya.

Menteri Kesehatan mengatakan bahwa dia terus memantau dan mengikuti penanganan kasus pertama infeksi virus corona di Indonesia tersebut.***

Editor: M Bayu Pratama


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah