PDIP Sindir Anies Baswedan Soal PSBB, Pakar Politik: Serupa Saat SBY Menjabat, Tidak Diapresiasi

- 14 September 2020, 18:24 WIB
Anies Baswedan /istimewa/Istimewa

PR DEPOK - Meski bermaksud mengendalikan laju persebaran virus corona, langkah Gubernur DKI Jakarta yang menarik rem darurat dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak luput dari pandangan negatif.

PDIP ikut menyoroti bahkan memberikan sindiran halus kepada Anies Baswedan.

Sindiran tersebur ternyata tak luput dari perhatian Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

Adi menilai sindiran yang dilayangkan PDIP adalah sikap yang wajar dalam dinamika politik.

Adi bahkan menyebut setiap kebijakan Anies Baswedan sangat munkin dipandang salah oleh logika oposisi, salah satunya PDIP.

Logika oposisi seperti itu merupakab bentuk kritik terhadap kebijakan yang dikeluarkan.

Baca Juga: Sebut Jalanan Jakarta Tetap Ramai di Hari Perdana PSBB, FH: Aniesnya yang Perlu Direm Jadi Gubernur

"Anies kan nggak pernah benar, apa pun yang dilakukan Anies Selalu salah," tutur Adi dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari RRI.

Sebelumnya diketahui, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristayanto menyindir kebijakan PSBB Total yang diumumkan Anies Basweda.

Hasto Kristiyanto menghimbau kepada para kepala daerah yang juga berstatus sebagai kader partai untuk tidak mengambil keputusan yang terburu-buru terutama terkait PSBB guna menekan kurva Covid-19.

Selain itu Adi mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan terkait politisi PDIP yang menyatakan apresiasi terhadap kinerja.

Kondisi tersebut serupa saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden RI dalam dua periode.

Baca Juga: Waspada! Ridwan Kamil Sebut 4 Wilayah di Jabar Masih Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

Menurutnya, PDIP enggan mengapresiasi kinerja SBY secara objektif.

"PDIP kembali ke khittah, seperti jamannya SBY, oposisi," tutur Adi.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X