Apa yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Varian Mu? Simak Penjelasan Berikut

6 September 2021, 21:30 WIB
Ilustrasi Covid-19. /Freepik/

PR DEPOK – Dewasa ini, masyarakat diramaikan dengan munculnya Covid-19 baru varian Mu yang kemudian disebut sebagai anggota variant of interest.

Masyarakat kemudian mempertanyakan seberapa berbahayanya varian Mu ini.

Dokter Adam Prabata akan mencoba menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui dari varian Mu melalui akun Instagram pribadinya @adamprabata.

Baca Juga: Holywings Sudah Tiga Kali Langgar Prokes Saat PPKM, Satpol PP Jaksel: Seharusnya Disanksi Penutupan Tempat

Varian Mu memiliki nama lain yang disebut B.1.621 dan pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021 lalu.

“39 negara telah mengidentifikasi adanya varian Mu hingga saat ini,” kata dokter Adam dikutip Pikiranrakyat-depok.com

Varian Mu memerlukan pemantauan yang serius sebab berpotensi menurunkan respons imun terhadap Covid-19 dan serum penyintas serta orang yang telah mendapatkan vaskinasi.

“Mutasi yang ada pada varian Mu berpotensi menurunkan kemampuan respon imun terhadap Covid-19,” tutur dokter Adam.

Baca Juga: Tragis, Seorang Pria Diserang Hiu hingga Tewas Saat Beselancar di Pantai Emerald Australia

“Penurunan kemampuan netralisasi dari serum penyintas dan orang yang telah divaksinasi,” ujarnya.

Dokter Adam kemudian mengatakan belum ada bukti yang menyatakan bahwa varian Mu lebih menular dan lebih berbahaya.

Kesimpulannya adalah varian Mu adalah varian Covid-19 yang punya potensi untuk mereduksi kemampuan respons imun terhadap Covid-19.

Hal ini disebut dokter Adam akan menimbulkan efek pada kemampuan antibodi penyintas, kemampuan terapi antibodi dan plasma konvalesen, dan kemampuan vaksin itu sendiri.

Baca Juga: Beri Respon Mengenai Kerumunan di Holywings, Sandiaga Uno: Longgar Bukan Berarti Dilanggar

Varian Mu belum terbukti lebih menular atau lebih berbahaya sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui potensi kemampuan dari varian Mu.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat, 3 September 2021 lalu menyebut varian Mu memiliki potensi untuk melemahkan antibodi seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi.

Maka dari itu, WHO mengambil langkah dengan memasukkan varian Mu ke dalam daftar varian yang diamati sejak 30 Agustus lalu.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Tags

Terkini

Terpopuler