Dubes AS untuk Rusia Minta Moskow Tak Tutup Kedutaan, Harus Terus Berkomunikasi di Tengah Krisis

- 7 Juni 2022, 08:17 WIB
Penutupan akses Kedubes AS yang dilakukan Rusia ditanggapi Dubes AS di Moskow, John J. Sullivan. Menurutnya tak seharusnya memutus hubungan.
Penutupan akses Kedubes AS yang dilakukan Rusia ditanggapi Dubes AS di Moskow, John J. Sullivan. Menurutnya tak seharusnya memutus hubungan. /REUTERS/Tatyana Makeyeva.

PR DEPOK - Baru-baru ini, Pemerintah Rusia telah memutuskan menutup akses Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Moskow.

Menanggapi penutupan tersebut, Duta Besar AS untuk Moskow, John J. Sullivan meminta Rusia tidak menutup komunikasi kedutaan meski krisis dipicu oleh perang di Ukraina.

Menurut Sullivan, Washington dan Rusia, yang merupakan dua kekuatan nuklir terbesar dunia ini harus terus saling berkomunikasi.

Pasalnya, lanjut Sullivan, AS dan Rusia seharusnya tidak begitu saja memutuskan hubungan diplomatik di antara keduanya.

Baca Juga: Komentari Persaingan MotoGP saat Ini, Jorge Lorenzo: Sekarang Semua Pembalap Seolah Berteman

"Kita harus menjaga untuk berbicara satu sama lain," tutur Sullivan, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Reuters.

Dia memperingatkan terhadap penghapusan karya-karya Leo Tolstoy dari rak buku Barat atau menolak untuk memainkan musik Pyotr Tchaikovsky.

Terlepas dari krisis, skandal mata-mata, dan perang dingin, hubungan antara Washington dan Moskow belum putus sejak AS menjalin hubungan dengan Uni Soviet.

Sekarang, bagaimanapun, Rusia mengatakan hubungan setelah Soviet dengan Barat telah berakhir dan akan berbelok ke timur.

Baca Juga: Komentari Persaingan MotoGP saat Ini, Jorge Lorenzo: Sekarang Semua Pembalap Seolah Berteman

Pada bulan lalu, Menlu AS, Antony Blinken menyindir bahwa dirinya ingin mendedikasikan 'We Are Never Ever Getting Back Together' Taylor Swift untuk Vladmir Putin.

Ditanya mengenai ucapan tersebut, Dubes AS untuk Moskow ini mengatakan pihaknya juga tidak akan pernah putus sama sekali.

"Mereka bisa - ada kemungkinan itu, meskipun saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar," katanya.

"Seperti yang saya pahami, pemerintah Rusia telah menyebut varian pemutusan hubungan diplomatik," ucap dia.

Baca Juga: Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Menikah, Azka Akui Bahagia: Mari Bersulang Rayakan Bahagia Bersama

"Kita tidak bisa begitu saja memutuskan hubungan diplomatik dan berhenti berbicara satu sama lain," tutur Sullivan menambahkan.

Baginya, salah satu alasan AS mungkin terpaksa menutup kedutaannya adalah jika tidak aman untuk melanjutkan pekerjaannya.

Pria yang juga seorang pengacara ini mengungkapkan harapannya bahwa suatu hari akan terjadi pemulihan hubungan antara Rusia dan AS.

"Jika saya bertaruh, saya akan mengatakan mungkin tidak seumur hidup saya," pungkas Sullivan.*** 

 

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah