PSBB Jabar Telah Berlangsung Sepekan, Ridwan Kamil: Hasil Evaluasi Menunjukkan Positif

13 Mei 2020, 18:00 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil. /Dok. HUMAS PEMPROV JABAR/

PIKIRAN RAKYAT - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah dilaksanakan selama sepekan.

Dikutip oleh pikiranrakyat-depok.com Humas Pemprov Jabar, Rabu 13 Mei 2020 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan menurut hasil evaluasi PSBB tingkat Provinsi Jabar menunjukkan hasil yang positif.

Penilaian tersebut merujuk pada data jumlah pasien Virus Corona atau covid-19 yang berada di rumah sakit rujukan mengalami penurunan di mana saat ini rata-rata sebanyak 350-an, dibandingkan akhir April terdapat sekitar 430-an pasien.

Baca Juga: Diludahi Orang Tak Dikenal, Seorang Petugas Tiket Kereta Api Meninggal karena Virus Corona

Kemudian untuk pasien juga mengalami penurunan dari sebelumnya tujuh orang per harinya, saat ini menjadi empat orang per harinya.

"Ada kabar baik dari pasien sembuh, di mana angka kesembuhan di Jabar mengalami kenaikan cukup drastis yaitu sekitar dua kali lipat dari sebelumnya," ucapnya.

Selain itu, tingkat kecepatan penularan Virus Corona pun dilaporkan mengalami penurunan, dimana sebelum penerapan PSBB berada di indeks 3, saat ini menjadi 0.86.

Baca Juga: Terdampar di Lautan Selama 2 Bulan, Empat Orang di Kapal Royal Caribbean Pilih Akhiri Hidup

"Sekarang mudik dilarang, PSBB diketatkan, yang mana berimbas pada indeks turun menjadi 0.86. Itu artinya jika indeksnya 1 maka satu pasien bisa menularkan ke satu orang. Sedangkan jika indeksnya 3, maka satu pasien dalam sehari bisa menularkan ke tiga orang," sambung dia.

Dikarenakan saat ini indeksnya 0.86, itu artinya satu pasien bisa menularkan ke satu orang mungkin dalam waktu dua hari.

Terkait kemungkinan dilakukannya relaksasi atau pelonggaran pada PSBB Jabar, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan bahwa ada 63 persen wilayah Jabar yang memungkinkan untuk relaksasi, sedangkan 37 persen wilayah lainnya masih perlu diwaspadai karena pergerakan data covid-19 di daerah tersebut belum dinilai aman.

Baca Juga: Rompi 'Koruptur' hingga Denda Rp 250.000, Denda yang Akan Diberikan kepada Pelanggar PSBB Jakarta

"Jadi yang 63 persen punya potensi untuk dilakukan relaksasi pasca PSBB, karena data menunjukkan pergerakan tidak ada di 63 persen wilayah Jawa Barat itu, maka 63 persen ini kemungkinan bisa kembali ke situasi yang lebih normal setelah kita lakukan evaluasi,” tuturnya.

Meski begitu terkait transportasi publik, Kang Emil berujar bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jabar masih memiliki kekhawatiran akan adanya penularan.

Pasalnya saat dilakukan tes masif di terminal dan stasiun, hasilnya 1 persen di antaranya positif covid-19.

Baca Juga: Kasus Baru Covid-19 Kembali Muncul, Wuhan Rencanakan Pengujian Ulang untuk 11 Juta Penduduk

“Kami khawatir untuk relaksasi di transportasi publik, karena takut (transportasi) ditunggangi oleh pemudik-pemudik dan oleh para OTG (Orang Tanpa Gejala), karena data menunjukkan dari terminal dan stasiun yang kami tes ada 1 persen mereka yang dites ini positif,” imbuhnya.

Sementara itu menurut data di Pikobar hingga Rabu 13 Mei 2020, pukul 10.30 WIB, di Jabar jumlah pasien positif sebanyak 1545 pasien, 213 orang dinyatakan sembuh, serta 98 orang meninggal dunia.***

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Humas Jawa Barat

Tags

Terkini

Terpopuler