133 Pasien Gagal Ginjal Akut Meninggal Dunia, 57 dari 241 Pasien Berasal Dari DKI Jakarta

22 Oktober 2022, 14:00 WIB
Ilustrasi gagal ginjal akut, Puan menyebut edukasi publik oleh pemerintah perlu digencarkan. /Pixabay/OpenClipart-Vectors/

PR DEPOK - Sebanyak 133 pasien gagal ginjal akut di Indonesia meninggal dunia, sedangkan 57 diantaranya berasal dari wilayah DKI Jakarta, hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

 Ia melaporkan bahwa laju kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (Acute Kidney Injury/AKI) di Indonesia hingga kini berjumlah 241 pasien di mana 133 jiwa meninggal dunia.

 "Kasusnya meningkat sejak Agustus 2022. Memang kasus gagal ginjal pada situasi normal terjadi tidak pernah tinggi, sebulan biasanya satu hingga lima kasus, tapi kami lihat di Agustus, naik 36 kasus," kata Budi pada Jumat 21 Oktober 2022.

Kemenkes melaporkan yaitu per 21 Oktober 2022, adapun wilayah dengan jumlah pasien terbanyak berasal dari Provinsi DKI Jakarta degan 57 pasien, 28 di antaranya meninggal dunia, 22 dalam perawatan, 7 pasien sembuh dan 1 pasien tidak terkait AKI.

Baca Juga: Daftar 5 Obat yang Ditarik Peredarannya oleh BPOM Terkait Antisipasi Penyakit Gagal Ginjal Akut

Provinsi kedua adalah Jawa Barat dengan kasus gagal ginjal akut sebanyak 33 pasien. Di mana 17 jiwa meninggal dunia, 13 dalam proses pengobatan, dan 3 pasien sembuh.

Kemudian wilayah Aceh dengan 31 pasien, 21 diantaranya meninggal dunia, 6 dalam perawatan, dan 4 sembuh. Provinsi Jawa Timur melaporkan terdapat 30 pasien gagal ginjal akut dengan 14 orang meninggal dunia, 7 dalam proses pengobatan dan 9 sembuh.

Provinsi Sumatera Barat melaporkan 13 dari 22 total pasien meninggal dunia, 5 dalam pengobatan dan 4 sembuh.

Kemudian Provinsi Bali mencatat 16 pasien, dengan 10 diantaranya meninggal, 2 dalam pengobatan dan 4 pasien sembuh.

Baca Juga: Waspada Penyakit Gagal Ginjal Akut, Berikut Tips Penggunaan Obat Secara Aman dari BPOM

Kasus gagal ginjal akut menurut Budi didominasi usia 1 hingga 5 tahun yang jumlahnya hingga 153 kasus. Umur 6-10 tahun dengan 37 kasus, berusia kurang dari 1 tahun sebanyak 26 kasus dan usia 11-18 tahun sebanyak 25 kasus.

Kasus AKI atau gagal ginjal akut ini mulai ditemukan pada Agustus 2022 yang mencapai 36 kasus, kemudian meningkat menjadi 78 kasus pada September, dan 110 kasus pada Oktober 2022.

Gejala AKI dominan ditandai dengan demam, mual, kehilangan nafsu makan, dan pasien yang mengalami gejala anuria atau volume urine yang sedikit.

"Enam puluh persen persen pasien memiliki derajat keparahan stadium 3. Angka kematian mencapai 55 persen dari jumlah pasien yang dirawat," ujar Budi.***

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Terpopuler