Nadiem Makarim Akan Sanksi Tegas Sekolah yang Paksa Siswi Non Muslim Berjilbab: Ini Intoleransi!

- 24 Januari 2021, 20:30 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim tanggapi kasus di SMKN 2 Padang /Instagram/@nadiemmakarim.

PR DEPOK – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, turut menanggapi kasus seorang siswi non-muslim yang diminta untuk mengenakan jilbab di sekolahnya.

Kasus ini menjadi viral usai orang tuanya mengunggah siaran langsung ketika dirinya dipanggil oleh pihak sekolah.

“Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. Saya mohon didoakan ya,” kata Elianu Hia, orang tua siswi non-muslim tersebut, melalui akun media sosialnya.

Baca Juga: Joe Biden Ubah Kebijakan Donald Trump, Rizal Ramli: Ini Contoh Bagus, Batalkan UU Cilaka dan Ganti UU ITE

Insiden ini lantas menjadi sorotan publik lantaran dinilai tidak menerapkan toleransi dalam beragama. Mendikbud, Nadiem Makarim, menilai kejadian ini adalah bentuk intoleransi atas keberagaman.

“Hal tersebut merupakan bentuk intoleransi atas keberagaman, sehingga bukan saja melanggar peraturan undang-undang, melainkan juga (melanggar) nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan,” ujar Nadiem dalam keterangannya pada Minggu, 24 Januari 2021, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari PMJ News.

Tak hanya melanggar Pancasila, kata Mendikbud, insiden yang terjadi di salah satu SMK di Padang, Sumatra Barat itu juga melanggar UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin pendidikan demokratis, adil, tidak diskriminatif dan menjunjung tinggi HAM.

Baca Juga: Klaim Pemerintahan Jokowi Diisi Orang Rasialis, Natalius Pigai: dari 34 Menteri, tak Ada Satu pun dari Papua

Selain itu, disampaikan Nadiem, aturan berjilbab bagi siswi non-muslim juga melanggar Peraturan Menteri Pendidikan nomor 45 tahun 2014 mengenai pakaian sekolah yang harus memperhatikan keyakinan agama setiap siswa.

Halaman:

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Sumber: PMJ News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X