Kemenkes Ungkap Wilayah Sebaran 17 Kasus dari 3 Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di Indonesia

- 4 Mei 2021, 17:15 WIB
Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin, 12 April 2021.
Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin, 12 April 2021. /Devi Nindy/ANTARA

PR DEPOK – Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan 17 kasus varian baru Covid-19 terdeteksi di Indonesia. 

Menurutnya, 17 kasus varian baru Covid-19 tersebut awalnya dari beberapa bentuk penularan.

"Penularan kasus dari varian baru ini berasal dari transmisi lokal maupun dibawa oleh pekerja migran Indonesia," kata Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan kepada wartawan secara virtual di Jakarta, pada Selasa 4 Mei 2021 sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Baca Juga: Akui KRI Nanggala-402 Sulit Dievakuasi, TNI: Kemungkinan Gunakan Robot

Lebih lanjut, Siti Nadia menyebutkan bahwa 17 kasus varian baru Covid-19 yang saat ini terdeteksi berada di Indonesia, diketahui berdasarkan hasil penelitian sampel pada Februari hingga April 2021.

Sesuai dari laporan Kemenkes, 17 kasus varian baru Corona SARS-CoV-2 yang dideteksi tersebut bernama B117, B1617 dan B1531.

Selanjutnya, Siti Nadia membeberkan wilayah sebaran dari varian baru Covid-19. Ia menyebutkan bahwa, varian B117 terdapat 13 kasus.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Kabar Kemenhub Jadikan Larangan Mudik Lebaran 2021 sebagai Ladang Bisnis, Simak Faktanya

Masing-masing varian B117 terdeteksi berada di Sumatera Utara sebanyak dua kasus, Sumatera Selatan satu kasus, Banten satu kasus, Jawa Barat lima kasus, Jawa Timur satu kasus, Kalimantan Timur satu kasus dan Bali dua kasus.

Rinciannya, sebanyak 5 kasus B117 dilaporkan berasal dari 'imported case' atau dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Arab Saudi, dan telah terdeteksi berada di Karawang (Jawa Barat), Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Kota Bogor (Jawa Barat).

Sedangkan 8 kasus lain varian B117 dilaporkan berasal dari transmisi lokal atau penularan antarmasyarakat.

Baca Juga: Cek Fakta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Dikabarkan Dipecat Akibat Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Daerah sebarannya masing-masing berada di Tapin (Kalimantan Selatan), Palembang (Sumatera Selatan), Kota Medan (Sumatera Utara), Kabupaten Karawang (Jawa Barat) dan Kota Tanjung Balai (Sumatera Utara).

Sementara itu, menurut Sita Nadia, untuk varian baru B1617 terdeteksi berada di Kepulauan Riau sebanyak satu kasus dan DKI Jakarta 2 kasus.

Untuk varian baru yang terakhir, yaitu varian B1531 terdeteksi satu kasus berada di Bali.

"Satu kasus harian B1531 yang ditemukan di Bali diambil spesimennya pada pada tanggal 25 Januari 2021 dan pasien ini ternyata pada tanggal 16 Februari 2021 meninggal dunia," katanya.

Atas fakta demikian, Siti Nadia mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

Mereka berusaha mengukur faktor risiko dari kontak fisik dengan pasien berdasarkan metode epidemiologi.***

Editor: Muhamad Gilang Priyatna

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x