Tangan Berminyak Jangan Pegang atau Putar Katup Tabung Gas Oksigen Lantaran Dapat Memicu Letupan Api

- 15 Juli 2021, 08:40 WIB
Ilustrasi tabung gas oksigen.
Ilustrasi tabung gas oksigen. /PIXABAY/van3ssa

PR DEPOK - Pengguna tabung gas oksigen di rumah secara mandiri diminta tidak memegang atau memutar valve (katup) dengan tangan yang berminyak lantaran ini bisa memicu letupan api.

"Misalnya seorang setelah makan gorengan langsung memutar valve oksigen, itu sangat berbahaya dan memicu letupan api," kata Satria Khresna, Managing Director Gasindo Group dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara pada Kamis, 15 Juli 2021.

Tabung gas oksigen bersifat high pressure cylinder (tabung bertekanan tinggi) mencapai 150 bar yang memerlukan penanganan secara baik dan aman. Kesalahan pembukaan tabung oksigen dapat berakibat ledakan hingga kerusakan bangunan rumah.

Baca Juga: Viral Oknum Satpol PP Gowa Memukul Wanita Hamil saat Razia PPKM Darurat, Pemilik Warkop Akui Sudah Ikut Aturan

Sebenarnya, oksigen bukan merupakan gas flameable/mudah terbakar, tapi ini bisa memicu terjadi pembakaran. Jadi, pemakaian ini memerlukan kehati-hatian dalam menggunakannya.

"Warga bisa melihat petunjuk pemakaian tabung oksigen ini melalui informasi di media maupun video. Ini sangat penting diperhatikan seiring meningkatnya penggunaan tabung oksigen di masa pandemi kini," ucapnya.

Satria mengajak semua pihak mensosialisasikan tata cara penggunaan tabung gas oksigen. Langkah ini dilakukan melalui edukasi yang dilakukan berbagai kalangan.

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta masyarakat tidak menimbun atau menyimpan oksigen di rumahnya saat belum membutuhkan alat tersebut.

Baca Juga: Viral Oknum Satpol PP Gowa Memukul Wanita Hamil saat Razia PPKM Darurat, Pemilik Warkop Akui Sudah Ikut Aturan

"Kebutuhannya memang banyak sekali, tapi sekali lagi, bagi masyarakat yang tidak membutuhkan dan belum membutuhkan, tidak perlu menumpuk dan menyimpan oksigen di rumah masing-masing," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Ketersediaan oksigen sangat dibutuhkan pasien Covid-19 dan pasien penyakit lainnya. Hal ini berakibat antrean terjadi di beberapa tempat yang menyediakan pengisian tabung oksigen, seperti Pasar Pramuka.

"Kalau memang dirasa di beberapa tempat mengantre, ya memang antre, tapi tidak panjang, tidak lama, karena kebutuhannya memang banyak sekali," ucapnya.

Apalagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, ujar Ahmad Riza Patria, menyediakan posko Oxygen Rescue atau posko pengisian tabung oksigen di Lapangan Monas. Langkah ini guna menjamin ketersediaan oksigen dan suplai yang lancar.

Baca Juga: Cara Cek Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 Lewat HP Melalui Aplikasi BPJSTKU

Posko ini menyediakan 300 tabung ukuran enam meter kubik untuk penyediaan tambahan tabung, isi ulang dan distribusi tabung oksigen ke rumah sakit di DKI Jakarta.

"Kami sudah menyiapkan di Monas tempat pengisian oksigen. Setiap harinya tidak kurang dari 300 tabung isi enam meter kubik. Jadi, cukup oksigen di Jakarta. Masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.***

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x