Kenaikan Harga Beras di Sejumlah Daerah: Tantangan Serius dan Solusi Terkini dari Pemerintah

- 12 Februari 2024, 08:00 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras /PxHere/Pijarn Jangsawang/

PR DEPOK - Harga kebutuhan pokok, terutama beras, mengalami kenaikan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten, melalui Pj Sekda Provinsi Banten Virgojanti, memperhatikan hal ini dengan serius, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti puasa Ramadhan dan Idul Fitri.

Virgojanti mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan upaya pengendalian harga terhadap beberapa komoditas, termasuk bawang putih, bawang merah, cabai, beras, telur ayam, dan daging.

Meskipun telah menjadi prioritas, harga beras masih sulit terkendali dan bahkan melebihi harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Di TPS Ada Siapa Saja? Yuk, Kenalan dengan KPPS Beserta Tugas Mereka di Pemilu 2024

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium di Provinsi Banten pada tanggal 11 Februari 2024 mencapai Rp. 15.240 per kilogram, sedikit di bawah rata-rata nasional yang mencapai Rp. 15.630 per kilogram.

Di wilayah Provinsi Banten, harga beras premium tertinggi terjadi di Kota Cilegon dan Kota Serang, mencapai Rp. 17.000 per kilogram. Selain itu, harga beras medium juga tinggi dan melebihi harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.

Di tempat lain, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, melaporkan adanya gejolak harga pada komoditas gula dan beras, serta kenaikan harga yang signifikan pada cabai merah keriting.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Soto di Tanah Abang, Ada Soto Betawi dan Soto Padang

Inspeksi mendadak dilakukan untuk mengantisipasi permainan harga dan penahanan pasokan oleh pelaku usaha tertentu, serta memastikan stabilitas komoditas di Jawa Barat menjelang Ramadhan. Harga beberapa komoditas pangan terus mengalami kenaikan dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.

sementara itu dii Majalengka Wetan, beras kemasan 5 kilogram menghilang di pasaran, dengan pedagang beras di pasar tradisional telah menyediakan beras impor dari Filipina untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini menjadi perhatian serius, karena kebutuhan pokok semakin sulit didapatkan oleh masyarakat.

Informasi yang diterima pada Minggu, 11 Februari 2024, menunjukkan bahwa pelayan di berbagai minimarket di Kota Majalengka telah mencatat bahwa kiriman beras telah absen selama hampir dua pekan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Bakso Hidden Gem di Garut, Dijamin Enak Pisan Euy!

Biasanya, kiriman beras dilakukan dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, kini para pelayan tersebut mengakui bahwa stok beras telah habis di hampir semua minimarket, dengan kemungkinan sisa yang tersisa hanya sedikit.

Seorang pelayan di sebuah minimarket di Kelurahan Majalengka Wetan menegaskan bahwa telah lebih dari seminggu tidak ada kiriman beras.

Hal ini menunjukkan bahwa situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena stok beras di pasar telah habis dan kemungkinan besar tidak akan ada pasokan baru dalam waktu dekat.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Hitung Surat Suara Pilpres 2024 di Luar Negeri Sudah Dilakukan?

Di lain pihak, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa pihaknya sedang berfokus pada lima aksi untuk menyeimbangkan ketersediaan beras dan menjaga harga beras di tingkat nasional.

Ini termasuk percepatan pembongkaran kapal beras dari luar negeri, distribusi beras komersial Bulog, distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional, dan penyaluran kembali bantuan pangan beras setelah periode pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) selesai.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan ketersediaan dan harga beras bisa terjaga dengan baik, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.***

Editor: Nur Annisa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x