Dukung Black Lives Matter, Raheem Sterling: Rasisme Adalah Satu-satunya Penyakit di Dunia Saat Ini

9 Juni 2020, 08:31 WIB
STRIKER Manchester City, Raheem Sterling berharap ini adalah momentum membuang rasisme dari olahraga dan dunia demi kebaikan.* /The Independent/

PR DEPOK - Bintang Manchester City, Raheem Sterling mengatakan bahwa perjuangan untuk kesetaraan ras adalah masalah paling penting yang dihadapi dunia setelah mengklaim rasisme adalah "satu-satunya penyakit saat ini".

Striker Manchester City dan Timnas Inggris itu mendukung kampanye Black Lives Matter yang dipicu oleh insiden pembunuhan seorang Afrika-Amerika, George Floyd di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

George Floyd meninggal setelah Derek Chauvin melututi leher Floyd selama hampir sembilan menit meski sempat berulang kali merintih dan mengeluh tidak bisa bernapas.

Baca Juga: Pria di NTB Syok Setelah Tahu Istrinya Ternyata Pria Juga, Menolak Hubungan Badan dan Kabur 

Dengan pandemi virus corona yang tengah dihadapi oleh AS dan Inggris, Raheem Sterling mengakui bahwa komentarnya terdengar "agak murahan", tetapi pesepakbola berusia 25 tahun itu ingin menekankan betapa pentingnya masalah ketidakadilan rasial di seluruh dunia.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari situs The Independent Selasa, 9 Juni 2020, berbicara kepada Emily Maitlis di BBC Newsnight, Sterling mengatakan, "Saya tahu ini mungkin terdengar sedikit murahan tetapi satu-satunya penyakit saat ini adalah rasisme yang sedang kami lawan."

"Ini adalah hal yang paling penting pada saat ini karena ini adalah sesuatu yang terjadi selama bertahun-tahun. Sama seperti pandemi, kami ingin mencari solusi untuk menghentikannya," ungkapnya.

"Pada saat yang sama, inilah yang dilakukan oleh semua pemrotes ini. Mereka berusaha menemukan solusi dan cara untuk menghentikan ketidakadilan yang mereka lihat dan mereka berjuang," ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Tak Beri Sanksi Kantor dengan Karyawan Masuk Lebih dari 50 Persen 

"Selama mereka melakukannya dengan damai, aman, tidak menyakiti siapa pun, dan tidak membobol toko, mereka harus terus memprotes dengan cara damai ini," tutur Raheem Sterling.

Sterling sebelumnya menantang persepsi media tentang pemain kulit hitam dan memimpin dalam menyerukan rasisme di permainan domestik dan internasional.

Tahun lalu, ia menasihati seorang pesepakbola lain agar tidak keluar dari lapangan jika terjadi pelecehan ras dan juga menyerukan pembentukan gugus tugas anti-rasisme yang dipimpin pemain.

Sterling percaya, momentum ini adalah saatnya untuk perubahan nyata untuk melangkah lebih jauh dalam membuang rasisme dari olahraga dan masyarakat luas untuk kebaikan.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: The Independent

Tags

Terkini

Terpopuler