Sebut AS Sebarkan Berita Bohong Soal 'Operasi Militer' di Ukraina, Rusia Ancam akan Usir Diplomat

- 8 Februari 2023, 08:12 WIB
ILUSTRASI - Rusia menuduh AS telah menyebarkan berita bohong soal 'operasi militer' di Ukraina, dan mengancam usir diplomat.
ILUSTRASI - Rusia menuduh AS telah menyebarkan berita bohong soal 'operasi militer' di Ukraina, dan mengancam usir diplomat. /Rinda Saparinda/Pixabay

PR DEPOK – Rusia menuntut agar kedutaan AS di Moskow berhenti menyebarkan apa yang dianggap Moskow sebagai berita bohong terkait operasi militernya di Ukraina dan mengancam akan mengusir diplomat AS.

Peringatan itu termasuk pesan keras kepada Lynne Tracy, duta besar AS yang baru untuk Moskow, mengutip sumber senior kementerian luar negeri Rusia yang mengatakan Tracy telah diberitahu bahwa dia harus benar-benar mematuhi hukum Rusia ketika membuat pernyataan tentang angkatan bersenjata Rusia di Ukraina.

Diplomat AS yang terlibat dalam apa yang disebut Moskow sebagai "kegiatan subversif" akan diusir, mengutip sumber itu.

Dilansir PikiranRakyat-Depok.com dari Reuters, tidak ada komentar langsung dari kedutaan AS di Moskow.

Baca Juga: Tes Psikologi: Pertama Lihat Ini di Gambar Ungkap Kamu Orang yang Optimis!

Rusia telah menjadikan "mendiskreditkan" angkatan bersenjatanya sebagai kejahatan yang dapat dihukum hingga lima tahun penjara, sementara tuduhan menyebarkan "informasi palsu" tentang militer diancam hukuman maksimal 15 tahun.

Tracy tiba di Moskow bulan lalu. 24 Februari akan menandai peringatan pertama keputusan Presiden Vladimir Putin untuk mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina dalam apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus".

Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Putin meluncurkan perang agresi gaya kolonial tanpa alasan dan menolak pernyataannya bahwa operasi itu dirancang untuk melindungi keamanan Rusia sendiri dari perluasan timur NATO.

Baca Juga: BPNT 2023 akan Cair Kembali di Februari, Masyarakat harus Penuhi Syarat Ini

Catatan resmi, yang menuduh kedutaan AS mencampuri urusan dalam negeri Rusia, telah disampaikan pada hari Selasa dan menuduh diplomat AS membuat apa yang disebut pernyataan "tidak pantas" tentang kepemimpinan Rusia.

Tracy dicemooh oleh kerumunan orang yang meneriakkan slogan-slogan anti-AS akhir bulan lalu saat dia memasuki kementerian luar negeri Rusia di Moskow untuk menunjukkan surat kepercayaan diplomatiknya.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov pada saat itu mengatakan kepada Tracy bahwa dia mengharapkannya untuk mengikuti prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri Rusia.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Kota Depok Hari Ini Rabu, 8 Februari 2023, Ini Jam Pelayanannya

"Duta Besar Tracy berfokus untuk menjaga dialog antara ibu kota kita pada saat ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, melindungi kepentingan warga AS yang ditahan di Rusia, dan mendukung hubungan antara rakyat Amerika dan Rusia," kata Kedubes AS saat itu.

Amerika Serikat adalah pendukung Barat terbesar Ukraina dan telah memasoknya dengan persenjataan modern dan memberlakukan sejumlah sanksi ekonomi baru terhadap Rusia, semuanya sejalan dengan sekutu Barat.***

Editor: Linda Agnesia

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x