Sebut PKI Gemar Belokkan Sejarah, Tifatul Sembiring: Hati-hati Mereka Masuk ke Pelajaran Sejarah dan Kurikulum

- 22 April 2021, 20:38 WIB
Tifatul Sembiring.
Tifatul Sembiring. /Facebook Tifatul Sembiring

PR DEPOK - Anggota DPR RI, Tifatul Sembiring belum lama ini menyoroti kabar munculnya sejumlah nama tokoh komunis dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. 

Tifatul mengaku sepakat dengan pernyataan bahwa sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) tengah dibelokkan.
 
Menurutnya para anggota atau pengikut PKI memang gemar memutarbalikkan fakta dan membelokkan sejarah Indonesia. 
 
 
Dia menuturkan bahwa pihak PKI tak senang dengan sejarah yang ada atau yang lurus. Maka pembelokkan sejarah dilakukan oleh mereka. 
 
Cuitan Tifatul Sembiring.
Cuitan Tifatul Sembiring.
 
"Emang bener sih, PKI dan antek2nya ini suka memutar balikkan fakta, mem-belok2an sejarah biar bengkok. Nggak suka jalan yg lurus," ujar Tifatul Sembiring seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @tifsembiring pada Kamis, 22 April 2021. 
 
Oleh sebab itu, Tifatul mengingatkan masyarakat agar berhati-hati pada orang-orang PKI lantaran paham mereka kini bisa masuk lewat pelajaran sejarah
 
 
Menyinggung permasalahan soal Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dia juga menyatakan bahwa para pengikut PKI ini bisa saja masuk melalui kurikulum pendidikan. 
 
"Hati2, mereka masuk lewat pelajaran sejarah, lewat kurikum pendidikan," ucapnya. 
 
Kemudian masih terkait dengan itu, Tifatul lantas mempertanyakan kebenaran dari hilangnya mata pelajaran agama dan Pancasila dalam kurikulum pendidikan.
 
 
"Apa benar matpel Agama dan Pancasila dihilangkan...?," ujar Tifatul menambahkan.
 
Seperti diketahui bersama, Kemendikbud belakangan ini memang menjadi sorotan banyak pihak lantaran beberapa kebijakannya yang menuai kritikan.
 
Beberapa di antaranya adalah hilangnya sejumlah mata pelajaran penting seperti Bahasa Indonesia, pelajaran Pancasila, dan frasa agama. 
 
 
Bahkan baru-baru ini publik dihebohkan dengan hilangnya profil pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, dan munculnya sejumlah nama tokoh komunis seperti DN Aidit serta Raden Darsono Notosudirjo dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.
 
Kejadian itu pun kembali menuai perdebatan di tengah publik hingga memunculkan dugaan-dugaan terkait munculnya kembali PKI.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X