Pemerintah Inggris Harus Membayar Risko Biaya Akibat Pandemi Covid-19 Sebanyak 372 Miliar Pound

- 25 Juli 2021, 16:40 WIB
Ilustrasi Inggris.
Ilustrasi Inggris. /Pixabay/geralt

PR DEPOK - Pemerintah Inggris dikabarkan akan menghadapi risiko keuangan dari pengeluaran biaya pandemi sekitar 372 miliar pound atau sekitar Rp7.403.226.126.000.001 dengan kurs Rp19.901 selama beberapa dekade.

Pada Minggu 25 Juli 2021, menurut laporan anggota parlemen lebih dari 2 miliar pound atau sekitar Rp39.802.291.000 telah dihabiskan untuk peralatan pelindung yang bahkan tidak dapat digunakan.

Dilaporkan terdapat dua laporan tentang tanggapan pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson terhadap pandemi Covid-19.

Baca Juga: BTS Ungkap Tidak Menyangka Bahwa Lagu ‘Butter’ Puncaki Hot 100 Billboard Selama 7 Minggu

Komite Akun Publik (PAC) parlemen mengatakan bahwa terdapat pelajaran perlu diambil sebelum penyelidikan publik yang dijanjikan akan diadakan pada tahun 2022 mendatang.

“Dengan jumlah uang yang menggiurkan yang dihabiskan untuk langkah-langkah covid sejauh ini, pemerintah perlu memperjelas,” ucap Meg Hillier, ketua PAC seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Reuters.

Menurutnya pula, sekarang adalah waktu bagaimana uang tersebut akan dikelola ke depannya, dan selama periode waktu berapa lama.

"Risiko berkelanjutan bagi pembayar pajak akan berjalan selama dua puluh tahun pada hal-hal seperti pinjaman pemulihan seni dan budaya, apalagi risiko baru lainnya yang harus segera dipelajari oleh departemen di seluruh pemerintahan," tuturnya lagi.

Baca Juga: Cara Mencairkan BLT Anak Sekolah untuk Penyaluran Tahap Ketiga Juli 2021

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X