60 Tempat Usaha Pelanggar Prokes PSBB di Jaksel Dikenai Sanksi Penutupan hingga Denda Administrasi

15 Desember 2020, 11:10 WIB
Petugas Satpol PP menyegel salah satu tempat usaha di Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, karena melanggar protokol kesehatan, Jumat, 11 Desember 2020. /Kominfotik Jakarta Selatan

PR DEPOK - Satpol PP Kota Jakarta Selatan memberikan sanksi kepada 60 tempat usaha makanan dan minuman yang melanggar protokol kesehatan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) periode 12 Oktober hingga 14 Desember 2020.

Kepala Satpol PP Kota Jakarta Selatan Ujang Hermawan mengatakan sanksi yang diberikan berupa penutupan sementara selama 1x24 jam dan denda administrasi.

"Sanksi penutupan sementara 1x24 jam sebanyak 59 pelanggaran, sedangkan denda administrasi ada 1 pelanggaran, jadi totalnya ada 60 tempat usaha yang melanggar PSBB," kata Ujang seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Antara.

Baca Juga: Usai Amputasi Kaki karena Terpapar Covid-19, Kepala Keamanan Gedung Putih Dinyatakan Pulih Kembali

Menurut Ujang, dalam kurun waktu dua bulan tersebut, pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap 1.959 tempat usaha makanan dan minuman yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Pengawasan tersebut, kata Ujang, dilaksanakan setiap harinya oleh petugas di jajaran kelurahan, kecamatan maupun tingkat kota.

Kemudian, dari pengawasan terhadap tempat usaha makan dan minum tersebut, jumlah denda administrasi yang dibukukan dari para pelanggar selama periode tersebut tercatat sebanyak Rp20 juta.

Baca Juga: Diperiksa Polda Jabar, Habib Rizieq Pilih Bungkam Enggan Beri Keterangan Soal Kerumunan Megamendung

Petugas Satpol PP Jakarta Selatan tidak hanya mengawasi tempat usaha makan dan minum saja, namun pengawasan juga dilakukan kepada perkantoran dan industri.

"Total ada 289 perkantoran dan industri yang diawasi," tutur Ujang.

Selanjutnya, dari 289 tempat usaha yang diawasi, ditemukan empat perkantoran dan industri yang melanggar aturan PSBB.

Baca Juga: Cek Fakta: Komnas HAM Dituding Lebih Responsif Usut Kasus Laskar FPI Dibanding Sigi, Simak Faktanya

Keempat perkantoran dan industri tersebut dikenai sanksi berupa penutupan sementara selama 3x24 jam.

"Untuk denda administrasi bagi perkantoran dan industri belum ada, hanya dilakukan penutupan sementara 3x24 jam," ujar Ujang.

Adapun pengawasan dan penindakan PSBB Transisi yang dilakukan Satpol PP ini untuk menegakkan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020, Peraturan Gubernur Nomor 1010 Tahun 2020, dan Keputusan Gubernur 1193 Tahun 2020.

Baca Juga: Fahri Hamzah Unggah Foto Baca Buku ‘Surrounded by Idiots’ Karya Thomas Erikson, Pertanda Apa?

Selain tempat usaha makan dan minum, perkantoran, pengawasan juga dilakukan kepada masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Selama periode 12 Oktober hingga 14 Desember 2020 tersebut, Satpol PP Jakarta Selatan mencatat sebanyak 10.397 orang yang melanggar protokol kesehatan tidak memakai masker.

Pelanggar protokol kesehatan tersebut dikenai sanksi kerja sosial sebanyak 10.103 pelanggar dan denda administrasi sebanyak 294 pelanggar.

Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Jawa Barat

"Nominal denda adminsitrasi untuk perorangan Rp48.8 juta," ujar Ujang.

Selain itu, dirinya juga terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler