Rocky-Gatot Tertinggi di Survei Capres KedaiKOPI, Refly Harun: Ini Beri Alternatif Cara Pikir yang Tak Sempit

13 April 2021, 13:03 WIB
Pakar hukum tata negara, Refly Harun. /Twitter @ReflyHZ

PR DEPOK - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, menanggapi soal hasil survei capres yang dirilis oleh lembaga survei KedaiKOPI, yang mana tokoh oposisi Rocky Gerung dan Gatot Nurmantyo mendapatkan suara tertinggi, yakni 13,7 persen.

Dalam keterangannya, Refly Harun menilai bahwa memang survei sangat tergantung metodologi yang digunakan.

"Salah satunya adalah bagaimana kita merumuskan pertanyaan, kalau kita limitasi misalnya rumusan pertanyaan tersebut, maka tokoh-tokoh tertentu, maka tokoh-tokoh tertentu akan menyeruak," ujarnya, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari kanal YouTube Refly Harun.

Baca Juga: Soroti Truk Pembawa Kabur Barang Bukti Kasus Suap Pajak, Refly Harun: KPK Sudah Tidak Lincah dan Bernyali

Sebagai contoh, lanjutnya, kategori tokoh oposisi dimunculkan dalam survei capres oleh lembaga KedaiKOPI tersebut.

Menurutnya, jika metodologi dalam suatu survei diatur sedemikian rupa, misalnya dengan memberikan kategori pada capres-capres yang ingin ditanyakan pada responden, hasil yang didapat pun akan berubah.

Berbeda dengan survei dari KedaiKOPI, survei dengan metode yang menyuguhkan daftar nama capres yang itu-itu saja, kata Refly Harun, akan cenderung menampilkan nama yang didominasi oleh tokoh tertentu, seperti Prabowo, Anies Baswedan, dan lainnya.

Baca Juga: 5 Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang di Dunia, Greenland di Urutan Pertama dengan 20 Jam Berpuasa

"Makanya tidak heran kalau survei itu bolak-balik, bolak-balik nama-nama itu saja. Tapi rupanya, begitu diputar dengan kriteria, maka namanya bisa berlainan. Sebagai contoh kalau surveinya tokoh oposisi, Gatot yang tertinggi, kalau surveinya tokoh non-parpol, Susi Pudjiastuti yang tertinggi, kalau top of mind, Prabowo yang terpilih," tutur pakar hukum tersebut.

Lebih lanjut, Refly Harun menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa nama Rizal Ramli bisa mendapat suara tinggi dalam survei capres dengan kriteria paham ekonomi.

"Mungkin nanti kalau kita masukkan lagi kriteria yang paham ekonomi, ternyata di situ ada Rizal Ramli juga, yang misal punya kewibaan tinggi, jangan-jangan masuk lagi nama Gatot Nurmantyo dan lain sebagainya," katanya melanjutkan.

Baca Juga: 2 Kali Larangan Mudik Lebaran Kecewakan Masyarakat, Kemenko PMK Ungkap Alasannya

Ia lantas mengapresiasi hasil survei dari lembaga tersebut yang turut memasukkan namanya ke urutan keempat elektabilitas capres dengan perolehan suara 12,4 persen.

"Ini memberikan alternatif cara berpikir yang tidak sempit mengenai calon-calon pemimpin ke depan. Membuka horison, membuka wawasan. Soal terpilih atau tidak itu soal lain. Coba bayangkan, begitu pertanyaannya diubah, muncul belasan nama bahkan puluhan nama," ujar pakar hukum itu.

Sayangnya, tutur Refly Harun, politik Indonesia sempit, sehingga calon pemimpin terus berkembang, tetapi praktek politik di Tanah Air masih sempit.

Baca Juga: Sebut Negara Rugi Rp109 Triliun di Korupsi BLBI, Luqman Hakim: Itu Bisa Buat Entaskan 100 Juta Penduduk Miskin

Menurutnya, salah satu faktor yang menyempitkan politik Indonesia adalah dengan masih diterapkannya presidential threshold.***

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: YouTube Refly Harun

Tags

Terkini

Terpopuler