Meski Dilarang, 1,2 Juta Pemudik Tinggalkan Jakarta dan Sekitarnya Selama Periode Larangan Mudik Lebaran 2021

12 Mei 2021, 02:50 WIB
Foto udara pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di jalur Pantura Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Selasa 11 Mei 2021. /ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar.

PR DEPOK - Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 telah diterapkan pemerintah sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Diketahui, keputusan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2021 ini sebagai upaya menghindari terjadinya penularan Covid-19 lebih meluas.

Kendati demikian, sekitar 1,2 juta masyarakat telah meninggalkan DKI Jakarta dan sekitarnya selama periode larangan mudik Lebaran 2021.

Baca Juga: Minta Henry Subiakto Ditangkap Usai Sebar Hoaks, Gus Umar: Jangan karena Profesor Bisa Sesuka Hati

Hal tersebut diutarakan langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Mei 2021.

Menurut Fadil Imran, angka tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo yang menyebutkan angkanya bahkan telah capai 1,5 juta orang.

Lebih lanjut, dijelaskan dia, angka tersebut didapatkan dari data operator jalan tol yang mencatat ada 360 ribu kendaraan keluar Jakarta pada medio 1-10 Mei 2021.

Baca Juga: Perkara Bupati Nganjuk Dilimpahkan KPK ke Bareskrim Polri, Gus Umar: Demi Apa? kalau Gini Bubarkan Saja!

"Belum ditambah para pemudik sepeda motor yang tadi malam sudah malam keempat mencoba menembus pos penyekatan. Belum ditambah penumpang udara dan kapal laut sehingga total kisaran 1,5 juta," tuturnya seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Terkait hal tersebut, Fadil Imran mengatakan Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya telah menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan arus balik Lebaran 2021.

Sementara itu, Pangdam Jaya Majyen TNI Dudung Abdurachman turut angkat bicara terkait arus balik Lebaran 2021.

Baca Juga: Ganjar Pranowo: yang Larang Mudik Itu Siapa? Mudik Boleh, Silakan Ajak Anak Istri atau Siapapun

Dudung mengatakan jajaran Kodam Jaya nantinya akan melakukan penelusuran dan pendataan kepada para pendatang dan pemudik yang kembali.

Menurut Dudung, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan tidak adanya pendatang yang positif terinfeksi Covid-19.

"Jangan sampai nanti justru yang positif mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang nantinya terjadi klaster," kata Dudung menjelaskan.***

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Tags

Terkini

Terpopuler