Duga TWK hanya Pengalihan dari Kasus Azis Syamsuddin, Gus Umar: Biasalah, Pimpinan KPK Sekarang Penuh Drama

- 5 Mei 2021, 20:13 WIB
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar. /Instagram @umar_hasibuan70.

PR DEPOK - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau kerap disebut Gus Umar, menduga bahwa isu tentang tes wawasan kebangsaan atau TWK yang saat ini ramai diperbincangkan hanyalah pengalihan isu.

Dalam keterangan tertulis, ia mengatakan bahwa isu yang menyebut ada puluhan pegawai KPK yang terancam dipecat itu dibuat untuk mengalihkan perhatian terhadap kasus yang menjerat Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

"Kasus test wawasan kebangsaan utk alihkan kasus yg menjerat Azis Syamsuddin saja ini," ujarnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari cuitan di akun Twitter pribadinya @UmarAlChelsea_.

Baca Juga: Kenali Gangguan Autisme yang Terjadi pada Sang Buah Hati Sejak Dini, Berikut Tanda-tandanya

Tak cukup sampai di situ, Gus Umar menilai pengalihan dari kasus Azis Syamsuddin ini hal yang biasa mengingat gaya pimpinan KPK saat ini memang penuh dengan drama.

"Biasalah kan gaya Pim @KPK_RI skrg kan penuh drama. Ada drama naik helikopter ada drama komunikasi dgn tersangka. Mirip dgn sinetron ikatan cinta," tutur Gus Umar menambahkan.

Cuitan Umar Hasibuan.
Cuitan Umar Hasibuan. Tangkap layar Twitter @UmarAlChelsea_

KPK sendiri saat ini memang tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dalam kasus yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, dengan salah satu penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Baca Juga: Fadli Zon dan Said Iqbal Bahas Persoalan yang Terjadi pada Buruh Saat Ini

Dalam kasus ini, Azis Syamsuddin diduga menjadi pihak yang mempertemukan M Syahrial dan Stepanus Robin Pattuju yang keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Halaman:

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: Twitter @UmarAlChelsea_


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X