Sentil Pembela Hoaks Rp11.000 Triliun dengan Rp2 Triliun, Said Didu: Keduanya Terbukti Tak Bisa Digunakan

- 5 Agustus 2021, 19:50 WIB
Eks Sekretaris BUMN, Said Didu.
Eks Sekretaris BUMN, Said Didu. /YouTube MSD

PR DEPOK – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu kembali menanggapi polemik dana sumbangan senilai Rp2 triliun yang diberikan keluarga mendiang Akidi Tio.

Sebelumnya, keluarga mendiang pengusaha Akidi Tio menyerahkan dana sumbangan senilai Rp2 triliun untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

Said Didu melalui akun Twitter-nya pun menyentil sejumlah pihak yang masih memberi pembelaan atas dana sumbangan senilai Rp2 triliun tersebut.

Baca Juga: 3 Orang Dilaporkan Tewas dan 50 Lainnya Luka-Luka Akibat Tabrakan Kereta di Perbatasan Ceko-Jerman

Di samping itu, ia juga menyinggung angka Rp11.000 triliun yang sempat diucapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Cuitan Said Didu.
Cuitan Said Didu. Twitter @msaid_didu

Sedang muncul pembelaan bedakan Rp 2 trilyun Kel Akidi Tio dg Rp 11.000 trilyun yg dikatakan Pak Jokowi,” tulis Said Didu pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Menurutnya, persamaan dari kedua dana fantastis tersebut adalah sama-sama merupakan hoaks atau berita bohong.

Kesamaannya adalah sama2 adalah hoax,” ujarnya menjelaskan.

Alasannya karena kedua dana tersebut tidak masuk ke kas negara dan tidak bisa digunakan.

Baca Juga: Cair Mulai September, Ini Syarat dan Cara Daftar untuk Mendapatkan Bantuan UKT Rp2,4 Juta dari Kemendikbud

Krn terbukti keduanya tdk bisa digunakan atau masuk ke negara sesuai yg dikatakan,” tuturnya.

Seperti diketahui bersama, belakangan ini publik dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa keluarga Akidi Tio akan memberikan sumbangan sebesar Rp2 triliun.

Berita soal sumbangan Rp2 triliun itu sontak menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Hal itu terjadi lantaran tak sedikit yang menilai bahwa kabar tersebut hanya isapan jempol belaka.

Baca Juga: Cara Dapat Bansos Kemensos BST, BPNT, PKH, Beserta Cara Cek Penerimanya secara Online

Pasalnya, dana yang memiliki jumlah fantastis itu masih belum cair dan diserahkan untuk Indonesia hingga saat ini.

Akan tetapi, menurut penjelasan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, pencairan dana Rp2 triliun tersebut memang menemui kesulitan lantaran jumlahnya yang fantastis.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah