Komnas HAM Tak Setuju Herry Wirawan Dihukum Mati, Ini Alasannya

- 14 Januari 2022, 10:00 WIB
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam. /ANTARA/ Muhammad Zulfikar.

"Kami berharap ada perubahan kebijakan," ujar Choirul.

Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan dituntut hukuman mati dan kebiri, pada Selasa 11 Januari 2022.

Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Penyuntikan Vaksinasi Booster Hanya Diberikan pada Masyarakat dengan Kriteria Ini

Dalam sidang, jaksa penuntut meminta pengadilan menjatuhkan hukuman mati dan kebiri terhadap Herry Wirawan karena dinilai melakukan kejahatan yang sangat serius.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa 11 Januari 2022.

"Pertama kami menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Kami juga meminta hakim memberikan hukuman tambahan kebiri kimia," kata Asep seperti dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari laman PMJNews.

Baca Juga: Akui Gampang Move On ketika Pacarnya Selingkuh, Thariq Halilintar: Lo Nggak Pantas Lama-lama di Pikiran Gue

Jaksa juga meminta pengadilan untuk memerintahkan terdakwa membayar denda sebesar Rp500 juta dan juga membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp331 juta.

Asep mengungkapkan alasan pihaknya memberikan hukuman mati tersebut karena kejahatan Herry dilakukan kepada anak asuhnya saat dirinya memiliki kuasa sebagai pemilik pondok pesantren.

Menurutnya, perbuatan keji tersebut bukan hanya berpengaruh pada fisik korban tetapi psikologis juga.

Halaman:

Editor: Imas Solihah

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x