Jokowi Bentuk Timnas Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19, DPR: Perlu Diapresiasi, Meski Telat

- 10 September 2020, 18:38 WIB
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).*
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).* /Antara./

PR DEPOK - Hingga kini kasus Covid-19 masih menyerang dunia. Banyak negara yang membuat dan mengembangkan vaksin agar pandemi ini segera berakhir.

Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut membuat dan mengembangkan vaksin Covid-19. Bahkan, Presiden Joko Widodo membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

Pembentukan tim dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2020 perihal Tim Nasional (Timnas) Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

Baca Juga: Waketum Gerindra Minta Anies Baswedan Segera Dicopot dari Jabatannya Usai Dinilai Langkahi Presiden

Meski dikategorikan terlambat dari negara lain yang sebelumnya sudah membentuk tim tersebut. Namun, langkah yang diambil itu adalah langkah yang tepat.

Dikutip Pikiran-Rakyat-Depok.com dari RRI, Rahmad Handoyo selaku Anggota Komisi IX DPR RI, mengungkapkan bahwa keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo dalam membentuk tim tersebut patut diapreasi.

"Meski sebenarnya sedikit terlambat bila dibandingkan negara lain, tapi kita tetap mengapresiasi keputusan ini. Ini demi anak bangsa, karena itu tim nasional percepatan pengembangan vaksin ini wajib didukung semua pihak," kata Rahmad, Kamis 10 September 2020.

Rahmad menilai dengan adanya Tim Percepatan Pengembangan Vaksin membuktikan bahwa Indonesia dapat mandiri membuat dan mengembangkan vaksin sendiri.

Baca Juga: Tak Kuasa Redam Amarah Usai Ibunya Dihina, Remaja Pukuli Ayah Kandung dengan Tongkat Hingga Tewas

"Ini juga menyangkut harga diri bangsa. Selain itu penciptaan vaksin bisa berefek bagus terhadap masa depan bangsa, terutama pada perekonomian dan anggaran. Dengan adanya penemuan kita ini tentu akan berimplikasi efisiensi anggaran," ucap Rahmad.

Dia juga menambahkan bahwa dengan adanya penemuan vaksin ini, Indonesia dapat menghindar dari perusahaan-perusahaan vaksin yang hanya berorientasi pada bisnis semata.

Selain itu, keterlambatan dari pembuatan vaksin di Indonesia menurut Rahmad juga disebabkan oleh faktor anggaran dalam melaksanakan serangkaian penelitian.

"Kan anggaran yang tersedia untuk penemuan vaksin sangat terbatas, sementara porsi untuk vaksin ini sangat signifikan," ujarnya.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Masyarakat Diminta Jangan Kaget Jika Tagihan Listrik Melonjak

Jika anggaran memungkinkan, maka kolaborasi antara anak bangsa, perguruan tinggi, dan akademisi lembaga penelitian dapat dilakukan dengan baik untuk menemukan vaksin Covid-19.

"Saya kira anggaran yang memadai akan mendorong semangat penemuan vaksin akan semakin bagus," jelas Rahmad.***

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah