6 Orang Teroris Penyerang Mako Brimob Depok Dihukum Mati Tanpa Mengajukan Banding

- 22 April 2021, 16:16 WIB
Anggota tim Densus 88 Antiteror mengawal ketat para terduga teroris.
Anggota tim Densus 88 Antiteror mengawal ketat para terduga teroris. /PMJ News

Sebagai informasi, kerusuhan terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok terjadi pada Selasa 8 Mei 2018 malam di Blok C.

Dalam kekacauan itu, terjadi aksi tembak menembak antara polisi dengan narapidana yang menguasai rutan.

Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja 2021 Online di prakerja.go.id

Menurut Indonesia Police Watch (IPW), saat itu narapidana teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok menyandera empat polisi yang salah satu diantaranya polisi wanita berpangkat Iptu.

IPW selanjutnya meminta polisi untuk menjelaskan secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok sejak malam kejadian.

Dari hasil penyelidikan, IPW mencatat kekacauan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok para teroris merampas sekitar 5 sampai 7 senjata api polisi dan para teroris inilah yang membuat polisi kesulitan mengendalikan situasi karena para napi melakukan perlawanan sengit dengan senjata rampasan.

Baca Juga: KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan, Mardani Ali: Ada yang Salah dengan Alutsista, Bisa Jadi Fenomena Gunung Es

Setelah melalui proses penyelidikan, diketahui keributan berawal dari aksi napi teroris bernama Wawan yang dipicu soal makanan.

Tidak hanya itu, belakangan diketahui bahwa para napi teroris itu ingin bertemu pimpinan JAD Aman Abdurrahman alias Oman.

Akibat peristiwa ini, enam anggota Polri gugur. Mereka adalah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, dan Briptu Fandi.***

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x