PGI Dilabeli Kadrun dan Taliban karena Dukung Penguatan KPK, Andi Khomeini: Duh Negeriku, Mengerikan Sekali

- 31 Mei 2021, 20:00 WIB
Dokter Andi Khomeini Takdir.
Dokter Andi Khomeini Takdir. /Twitter @dr_koko28/

PR DEPOK – Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir turut menyoroti kecaman yang ditujukan untuk Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Pasalnya, PGI dilabeli kadrun dan taliban usai menyampaikan sikap terhadap polemik yang sedang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Itu kenapa PGI dilabeli k*dr*n sama bajerp? Gegara mendukung penguatan KPK? Duh… Negeriku,” ujar dr. Andi seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari akun Twitter pribadinya @dr_koko28 pada Senin, 31 Mei 2021.

Baca Juga: Ramalan Cinta 6 Zodiak Besok, Selasa 1 Juni 2021: Aquarius Tampil Lembut hingga Pisces Sangat Romantis

Menurutnya, label dan hujatan seperti itu sangat mengerikan. Dia pun mempertanyakan kapan hal tersebut akan berhenti.

 

Saling melabeli, menghujat, menghina, membully, ini mau sampai kapan ya? Mengerikan sekali,” tuturnya.

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengaku dilabeli kadrun dan taliban setelah mengambil sikap untuk menanggapi polemik penonaktifkan 75 pegawai KPK pada Jumat, 28 Mei 2021.

Baca Juga: Soroti Lawakan Komeng Sindir Korupsi Bansos, Ricky: Takut Kerjaannya Disalip Pejabat yang Hobi Ngelawak

Kabar itu disampaikan oleh Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacky Manuputty melalui pernyataan sikap di situs resmi PGI.

Ia mengungkapkan bahwa setelah kPGI menggelar konferensi pers soal penentangan pelemahan KPK dan meminta Presiden Jokowi segera turun tangan menyelamatkan lembaga antirasuah tersebut, PGI mendapat berbagai kecaman.

“PGI menerima kecaman dari banyak warga Kristen. Mayoritas kecaman ini mengerucut pada narasi dominan, kadrun, Taliban, dan sejenisnya. PGI dianggap mendukung kelompok kadrun, serta mencampuri urusan yang bukan menjadi core issue gereja,” katanya.

Baca Juga: Soal Polemik Pegawai KPK, Mardani Ali Sera: Apakah Presiden Punya Komitmen Kuat Selamatkan KPK?

Oleh karena itu, Jacky Manuputty menjelaskan pertimbangan di balik sikap PGI terhadap polemik di KPK.

“Pertanyaan pokok yang sering mengemuka, apakah PGI harus terlibat dalam isu ini? Tentu pertanyaan ini tak perlu diajukan bila dipahami sejarah panggilan dan kiprah PGI di Indonesia,” tuturnya.

Dia mengatakan cara pandang PGI terhadap hubungan gereja dan masyarakat/negara sudah jelas dimuat dalam dokumen PGI (DKG).

Baca Juga: Banjir Ayam Impor Brasil Diyakini Tak Dialami Indonesia, Pengajuan Banding Negara Ini Sedang Diproses oleh WTO

“Terkait KPK perlulah diingat bahwa pembentukan lembaga anti korupsi ini sepenuhnya di dukung oleh PGI. Dalam perjalanannya selama ini PGI bekerjasama dengan KPK untuk mengarus-utamakan sikap melawan korupsi,” katanya.

Kemudian dia menekankan sejak dulu PGI telah menyikapi secara kritis kecenderungan pelemahan KPK yang mengemuka lewat konflik berjilid-jilid di KPK.

“Dukungan terhadap KPK ini bahkan dilakukan dalam kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil dan berbagai tokoh bangsa yang menginginkan KPK tetap teguh sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia,” ujarnya.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x