Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan Diduga Terima Suntikan Dana Miliaran, Begini Kronologinya

- 13 Juli 2023, 14:57 WIB
Ilustrasi suap - Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan, disebut KPK telah menerima suntikan dana miliaran, ini kronologinya.
Ilustrasi suap - Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan, disebut KPK telah menerima suntikan dana miliaran, ini kronologinya. /Pixabay/mohamed_hassan/

DTY sebelumnya dilaporkan menerima Rp11,2 milar, sebagian dana tersebut diberikan kepada Hasbi Hasan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. KPK melaporkan DTY melakukan suap kepada beberapa orang yang memiliki pengaruh di Mahkamah Agung termasuk Hasbi Hasan.

Atas suntikan dana tersebut, Hasbi Hasan mengurus perkara di MA soal konflik HT dengan IBGS. Dalam hal ini, IBGS dinyatakan bersalah dan mendapat ancaman lima tahun penjara. Putusan tersebut dikabarkan merupakan permintaan HT kepada Hasbi Hasan.

Sementara itu, Hasbi Hasa sempat mengajukan gugatan pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat 7 Juli, 2023. Sekretaris Mahkamah Agung itu, melakukan gugatan untuk menilai sah atau tidaknya keputusan KPK.

Baca Juga: Daftar Tayangan dan Link Live Streaming Acara Olahraga Moji TV, dari Liga Bangsa Volley hingga Liga Premier

Meskipun begitu, gugatan Hasbi Hasa ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Beradasarkan hasil sidang, KPK dinilai berhak melakukan penahanan karena sudah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan putusan KPK, pihaknya akan menahan Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan selama 20 hari terhitung sejak Rabu, 12 Juli 2023.

"Dalam kepentingan penyidikan, tim penyidik menahan tersangka dimaksud selama 20 hari pertama, terhitung 12 Juli 2023 sampai 31 Juli 2023 di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih," jelas Ketua KPK.

Atas perbuatan Hasbi Hasan, dirinya melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***

Halaman:

Editor: Linda Agnesia

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah