PB IDI Imbau Menkes Terawan Agus Putranto tak Tergesa-gesa Soal Proses Vaksinasi Covid-19

- 22 Oktober 2020, 19:48 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto.*
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto.* /PR/Amir Faisol./

Sejumlah syarat tersebut harus dibuktikan dengan hasil yang baik melalui uji klinik fase III yang dipublikasikan.

Kini uji klinis fase III menyebutkan salah satu kandidat vaksin, yakni Sinovac yang masih diuji klinis di sejumlah negara, yakni Brasil, Bangladesh, Chile, dan Indonesia.

Sementara itu, uji klinis fase III di Indonesia baru dimulai pada Agustus, dan direncanakan akan selesai pada Januari 2021.

“Dilihat dari data yang ada, kini uji coba vaksinasi Sinovac di Brazil telah selesai dilakukan terhadap 9.000 relawan. Namun, hasilnya baru akan dikeluarkan setelah selesai dilakukan vaksinasi pada 15.000 relawan,” ucap PB IDI.

Baca Juga: Dari BSU Pekerja hingga Subsidi Listrik, 8 Bansos Pemerintah demi Bantu Warga Terdampak Covid-19

Di samping itu, PB IDI juga mengatakan dalam situasi pandemi ini, WHO memang memperbolehkan pembuatan dan penyediaan vaksin.

Prosesnya dapat dilakukan melalui proses Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 kepada lembaga yang memiliki otoritas. Di Indonesia sendiri ada BPOM.

“Dalam menentukan hal ini, PB IDI meyakini bahwa BPOM tentu juga akan memperhatikan keamanan, efektivitas, dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk jika terpaksa menggunakan skema EUA. Kami yakin bahwa BPOM akan menjaga kemandirian dan profesionalismenya,” kata PB IDI.

Menurut IDI, rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization of The World Health Organization (SAGE WHO) juga perlu diperhatikan dalam program vaksinasi.

Baca Juga: KSPI Tantang Ajukan Legislative Review Soal UU Cipta Kerja, PKS: Demi Kebaikan Bangsa Kami Siap

Halaman:

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x