Pengamat: Vladimir Putin Kemungkinan akan Jadikan Victory Day sebagai Alat Propaganda untuk Intensifkan Perang

7 Mei 2022, 18:00 WIB
Perayaan Victory Day atau Hari Kemenangan Rusia yang menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. /Maxim Shemetov/Reuters

PR DEPOK - Pada Senin, 9 Mei mendatang, ribuan tentara Rusia, tank, dan kendaraan militer lainnya akan berbaris di Lapangan Merah Moskow diiringi jet tempur yang meluncur di atasnya sebagai bagian dari parade Victory Day atau Hari Kemenangan tahunan mereka.

Victory Day ke-77 yang dirayakan pada 9 Mei 2022 merupakan perayaan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Bagi sebagian pengamat, Victory Day tahun ini dianggap sebagai alat propaganda pemerintahan Vladimir Putin yang berambisi menguasai Ukraina.

Baca Juga: Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol, Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik

Perayaan tahun ini juga dikhawatirkan menjadi deklarasi Rusia untuk meningkatkan serangannya di Ukraina.

"Kemenangan dalam Perang Dunia II menjadi mitos yang menentukan kehidupan Uni Soviet pascaperang," kata Stephen Norris, profesor sejarah Rusia di University of Miami dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Al Jazeera.

Saat Victory Day semakin dekat, banyak pengamat yakin bahwa petinggi Rusia yang frustasi karena invasi di Ukraina tidak menunjukkan kemajuan yang berarti akan menyerukan dorongan, begitu juga dengan Vladimir Putin yang kemungkinan besar menyerukan perang habis-habisan.

Baca Juga: Sebut Bantuan AS-NATO untuk Ukraina Hanya Memperlambat Serangan, Rusia Tak Ubah Tujuannya

"Vladimir Putin dan penasihatnya tentu memperhatikan momen peringatan yang bersejarah dan akan menggunakannya untuk memperluas kekeuasaan mereka. Mengingat betapa pentingnya Victory Day bagi Vladimir Putin dan Putinisme, sulit jika pemerintahannya tidak mencoba menggunakan hari perayaan itu untuk beberapa tujuan

"Hal yang saya takuti adalah Vladimir Putin akan menggunakan momen itu untuk mengumumkan serangan baru dan fase baru perang," tuturnya.

Sebagian pengamat juga khawatir bahwa Vladimir Putin akan memobilisasi massa secara besar-besaran dan meminta penduduknya yang sehat secara fisik untuk bergabung menjadi pasukan yang akan dikirim ke Ukraina.

Baca Juga: Pengawas Energi Global Khawatir Krisis Minyak atas Sanksi Barat ke Rusia: Eropa Tidak Bisa Gantikan

"Saya pikir mereka merencanakan perang habis-habisan yang akan sangat alot," ujarnya.

Victory Day pertama kali dirayakan pada tahun 1965 di bawah kepemipinan Uni Soviet Leonid Brezhnev yang merupakan veteran Peran Dunia II.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Al Jazeera

Tags

Terkini

Terpopuler