Indonesia Rayakan Hari Sumpah Pemuda, Menag: Milenial Mampu Bawa Perubahan Besar Membangun Negeri

- 28 Oktober 2020, 10:33 WIB
Logo Peringatan Sumpah Pemuda ke-92.
Logo Peringatan Sumpah Pemuda ke-92. /Kemenpora

PR DEPOK  Hari Sumpah Pemuda yang bertepatan dengan tanggal 28 Oktober kerap diperingati sebagai peristiwa bersejarah yang terjadi pada tahun 1928.

Di tanggal tersebut tepatnya 92 tahun yang lalu, putra-putri Indonesia membacakan ikrar yang merupakan hasil dari Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928.

Para pemuda Indonesia ini berikrar mengaku bertumpah darah dan berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Baca Juga: Jadikan Penganutnya Budak Seks, Pemimpin Sekte Cabul NXIVM Divonis 120 Tahun Penjara

Terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, Menteri Agama, Fachrul Razi, mengajak kaum milenial untuk bersama-sama menjaga persatuan bangsa, dan membangun negeri Indonesia.

“Di Hari Sumpah Pemuda ini, saya mengajak para pemuda, generasi milenial, untuk menguatkan tekad dan semangat untuk membangun negeri, dengan berpegang teguh pada Pancasila dan ajaran agama,” tutur Fachrul Razi pada Rabu, 28 Oktober 2020, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari RRI.

Ia pun meminta agar para pemuda dapat menjaga persatuan dan kerukunan sesama warga Indonesia.

Baca Juga: Temukan Endapan Metana Besar di Arktik Mulai Terlepas, Ilmuwan Cemas Bisa Percepat Pemanasan Global

“Jaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan sesama,” tuturnya.

Fachrul Razi juga mengatakan bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa yang dapat membawa perubahan besar terhadap kemajuan Indoesia.

“Pemuda selalu menjadi motor penggerak pembangunan yang konsisten mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa, dari pemuda untuk Indonesia maju” ujar Menag menutup pernyataannya.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Masyarakat, Disperdagin Depok Gandeng Ojek Pangkalan Melalui Pasar Rakyat Online

Untuk diketahui, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 hari ini tanggal 28 Oktober 2020.

Sumpah Pemuda ini merupakan hasil dari Kongres Pemuda II yang dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 27-28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda II ini dilaksanakan dalam tiga kali rapat di tiga tempat yang berbeda, dengan pembahasan yang berbeda pula.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Masih Belum Stabil, Pemkot Depok Resmi Perpanjang PSBB Proporsional Pra-AKB

Rapat pertama dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, sebagai Mohammad Jamin sebagai pembicara yang membahas lima faktor persatuan Indonesia, yakni sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua dilaksanakan di Gedung Oost-Java Bioscoop, dengan Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro sebagai pembicara.

Sementara itu, rapat terakhir digelar di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, dengan Soenario sebagai pembicara.

Baca Juga: Prancis dan Muslim Memanas, Negara-negara Islam Kecam dan Lakukan Aksi Menolak Tuduhan Terorisme

Di rapat terakhir inilah, ikrar Sumpah Pemuda tersusun sebagai hasil dari Kongres Pemuda II tersebut.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x