Update Banjir NTT dan NTB: 119 Orang Meninggal, BNPB Sebut Terkendala Akses Darat dan Laut

- 7 April 2021, 08:00 WIB
Kepala BNPB Letnan Jendral TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo (kanan) meninjau lokasi banjir bandang yang melanda Kabupaten Lembata, Flores, NTT.
Kepala BNPB Letnan Jendral TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo (kanan) meninjau lokasi banjir bandang yang melanda Kabupaten Lembata, Flores, NTT. /Komunikasi Kebencanaan BNPB/Apri Setiawan/

PR DEPOK - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rilis data terbaru korban banjir di NTT dan NTB ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, pada Selasa 6 April 2021 malam.

Ia menyampaikan bahwa korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di NTT dan NTB kini mencapai 119 orang.

Baca Juga: Tiga Anggota Polda Metro Jaya Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Unlawful Killing terhadap Laskar FPI

"Data korban hingga pukul 21.00 WITA, secara keseluruhan, 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang di NTT. Sementara di Bima, NTB dua orang meninggal. Jadi total 119 orang meninggal dunia," kata Doni Monardo sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dari 117 orang yang meninggal dunia dalam bencana banjir di NTT, terdapat 3 kabupaten yang paling banyak menelan korban jiwa, yaitu kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Alor.

Ia membuat perincian seperti, sebanyak 60 korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Flores Timur, 21 korban meninggal dunia di Kabupaten Alor, 3 korban meninggal di Kabupaten Malaka, dan Kota Kupang serta Kabupaten Kupang masing-masing 1 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Update Daftar Harga Emas Antam, Antam Retro, Antam Batik, dan UBS di Pegadaian Rabu, 7 April 2021

Selanjutnya, 28 korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata, 2 korban meninggal dunia di Kabupaten Sabu Raijua dan 1 korban meninggal pada di Ende.

Doni menambahkan, terkait upaya pencarian korban banjir ini, masih terkendala karena alat berat yang ada belum bisa dikirim ke tempat sasaran, terutama di tiga wilayah paling terdampak, yakni Adonara Flores Timur, Alor dan Lembata.

"Walaupun sudah disiapkan tapi belum bisa dikirim ke tujuan," ucapnya.

Baca Juga: Surat Telegram Larangan Media Jadi Gaduh, Kapolri: Sekali Lagi Minta Maaf Atas Ketidaknyamanan Teman-teman

Doni menyampaikan, akibat terkendala akses darat dan laut dalam percepatan penanganan pada beberapa wilayah NTT yang terdampak banjir, pihaknya menerjunkan enam helikopter.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa untuk logistik bagi beberapa daerah di NTT yang terdampak banjir telah didatangkan.

"Selama dua hari terakhir sudah didatangkan logistik dari Jakarta dan Surabaya, termasuk dari Makassar, sebagian besar sudah terdistribusi ke beberapa daerah terdampak, terutama di Adonara, Lembata, dan juga di Alor," katanya.

Baca Juga: Bukan Media, Kapolri Listyo Sigit Sebut Surat Telegram untuk Jajaran Polri: Ada Kekeliruan Penjabaran

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi banjir akibat siklon tropis Seroja.

Dalam melakukan antisipasi bencana susulan di NTT dan wilayah lainnya, Jokowi menyebutkan bahwa kepala daerah harus memantau prediksi cuaca dan iklim.

Dari alasan tersebut, Jokowi kemudian meminta BMKG agar menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis Seroja, agar seluruh masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x